Home

Login Form






Kata Sandi hilang?

Google Search

Webdafataman.com

Who's Online

Statistik

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini15
mod_vvisit_counterKemarin14
mod_vvisit_counterBulan ini30
mod_vvisit_counterAll17393
 
Home

PT DaFa Teknoagro Mandiri adalah perusahaan Swasta nasional yang bergerak dalam produksi berbagai bibit tanaman unggul dengan memanfaatkan berbagai teknologi khususnya teknologi kultur jaringan (tissue culture). Dengan  sumber daya yang dimiliki, terutama tenaga-tenaga terdidik dan terampil didukung dengan sarana dan fasilitas yang cukup memadai, diharapkan dapat memberi sumbangan yang berarti dalam mengidentifikasi, menyeleksi dan memproduksi bibit –bibit  tanaman unggul yang hasil tanamannya diorientasikan kepada pasar.

Perusahaan kami merupakan salah satu pionir dalam mengembangkan perbanyakan bibit tanaman dengan teknik kultur jaringan (TISSUE CULTURE) secara komersial. Salah satu jenis bibit tanaman yang kami kembangkan adalah bibit Pisang dengan jenis-jenis a.l. Ambon, Barangan, Tanduk, Kepok, Raja Bulu, Cavendish dll termasuk jenis-jenis lokal seperti Pisang Jantan (Sumatera Barat) dan Pisang Mulubebe (Maluku Utara). Bibit Pisang produksi kami telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia.

SEKILAS TENTANG KULTUR JARINGAN

Kultur Jaringan merupakan bagian dari revolusi bioteknologi, yaitu suatu teknik perbanyakan tanaman melalui bagian-bagian tanaman, seperti meristem tunas, batang atau daun, yang pengerjaannya secara aseptik di laboratorium. Dengan teknik kultur jaringan akan dihasilkan bibit yang sehat, tidak membawa penyakit, serta memiliki pertumbuhan yang baik dan seragam. Melalui teknik ini dimungkinkan untuk menghasilkan bibit dalam jumlah banyak dalam waktu yang cepat.

Perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan dilakukan dengan beberapa tahap yakni:
1. Tahap Inisiasi
Tahap pengambilan bagian dari tanaman yang berupa jaringan, tunas ujung maupun ketiak ataupun biji yang telah di sterilkan dan ditanam pada suatu medium yang steril di dalam botol. Diharapkan bagian
  tanaman tersebut (eksplan) akan survive dan bebas kontaminasi sehingga dapat meemperbanyak diri.
2. Tahap Multiplikasi
Tahap perbanyakan atau penggadaan diri dari eksplan yang telah survive dan bertumbuh. Proses
  ini dapat dilakukan  berkali-kali dengan faktor perbanyakan tertentu yang berbeda untuk setiap jenis tanaman. Eksplan yang sudah bertumbuh dan beranak dipindah-pindahkan kemedium dipindahkan ke medium yang baru.
3. Tahap Melengkapi  Organ- organ tanaman
Pada tahap ini eksplan akan membentuk organ–organ daun dan akar
  selanjutnya menjadi tanaman yang lengkap dan siap untuk diaklimatisasi.
4. Tahap Aklimatisasi
Proses pemindahan plantlet dari botol ke alam bebas, dengan melalui tahap penyesuaian secara bertahap. Dalam proses ini, bibit di keluarkan dari dalam botol dan dibersihkan, kemudian
  ditanam pada media semi steril pada wadah atau  pot untuk pembesaran selanjutnya.

 
 
http://www.dafataman.com/images/stories/motto.png

Chrysant

Pisang

Jati