Follow Us

0251 8425416
WA +6281310902681

ptdafa@gmail.com

Senin - Sabtu 8.00 - 16.00
Minggu - Hari libur tutup

jati-umur-1bulan

Tanaman Jati (Tectona Grandis linn. f) merupakan tanaman tropika dan subtropika yang sejak abad pertama masehi telah dikenal sebagai pohon yang memiliki kualitas dan bernilai jual tinggi. Di Indonesia, Jati di golongkan sebagai kayu mewah (Fancy Wood) dan mermiliki kelas awet tinggi karena ketahannannya terhadap gangguan rayap dan jamur.

Karena Jati mempunyai banyak ke unggulan maka pengembangan kualitas dan kuantitasnya terus di upayakan. Peningkatan produktivitas Jati seringkali diharapkan pada mutu dan kualitas bibit. Pada mulanya teknik penanaman Jati dengan cara menanam benih (biji) langsung di lapangan. Teknik ini mempunyai banyak kerugian, diantaranya pertumbuhan tidak seragam, persentase tumbuh kecil, daur hidupnya sangat panjang, sehinga kayunya baru dapat dipanen setelah berumur lebih dari 40 tahun. Namun dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang pertanian/ kehutanan maka ditemukan tanaman jati yang memiliki beberapa keunggulan yang selanjutnya dijadikan sebagi induk dari Jati Kencana.

Jati Kencana adalah Bibit Jati produk PT DaFa Teknoagro Mandiri yang diperbanyak secara vegetatif dari induk yang dihasilkan melalui teknik kultur jaringan. Bibit Jati  Kencana memiliki beberapa keunggulan diantaranya, mewariskan sifat-sifat unggul dari induknya, memiliki sifat yang seragam, kualitas dan laju pertumbuhan lebih cepat dari jati yang berasal dari biji. Disamping itu, dengan menggunakan teknik perbanyakan gabungan antara kultur jaringan dan stek micro, yang belum dilakukan pihak lain, bibit Jati Kencana dapat diproduksi dengan biaya yang jauh lebih murah. Dengan demikian dapat diharapkan bibit Jati Kencana memiliki daya kompetisi yang baik di pasar.

Kultur jaringan merupakan teknik penumbuhan jaringan atau organ tanaman pada sutau medium nutrisi yang secara aseptik diatur komposisi kimia serta lingkungannya. Setelah mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang diinginkan akan dihasilkan tanaman baru yang dapat ditanam dalam media non aseptik. Kultur jaringan adalah bagian dari revolusi bioteknologi, suatu teknik perbanyakan tanaman seperti meristem tunas, batang dan daun yang dikerjakan secaraaseptik di Laboratorium. Tanaman induk (Motrher Plant) yang di pergunakan adalah bibit sehat dan unggul.

Dengan teknik kultur jaringan akan dihasilkan bibit yang baik dan seragam. Dimungkinkan pula menghasilkan bibit dalam jumlah yang banyak dan dalam waktu yang singkat. Perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan juga memiliki beberapa kelebihan, antara lain yaitu :

  1. tanaman tumbuh segar dan bebas dari hama/ penyakit saat keluar dari lokasi pembibitan
  2. bentuk fisik yang relatif sama, sehingga memudahkan pengangkutan dan penanaman
  3. prosentase bibit yang hidup tinggi (90 – 100%), asalkan pemeliharaannya baik
  4. dapat diprogram dalam jumlah besar dan waktu yang bersamaan
  5. bersifat unggul seperti induknya.

 

Nama Produk        :  Bibit Jati Kencana (fast growing)

Asal Induk            :  Bibit bermutu hasil seleksi di Pusat Penelitian Jati, Cepu.

Bentuk Produk     :  Bibit Siap Tanam dalam polibag ukuran 12 x 20 cm

  1. :  20-30 cm.

Media tanam        : campuran topsoil dan pupuk organik